Keterbatasan fisik bukanlah akhir dari sebuah kreativitas. Melalui ruang bincang This Is Me di kanal Ipedia Beritabaik, Dessy Nur Anisa Rahma, pendiri usaha kerajinan (crafting) bernama Puka, membagikan kisah inspiratifnya dalam menakhodai sebuah sociopreneur. Berawal dari kebutuhan mencari mitra produksi untuk hobi crafting-nya, Dessy justru menemukan potensi luar biasa yang tersembunyi di dalam Sekolah Luar Biasa (SLB).

Hai Teman Baik Ipedia!
Banyak anak berkebutuhan khusus yang memiliki keterampilan luar biasa dari pelajaran vokasional di sekolah. Sayangnya, karya mereka sering kali hanya tersimpan di lemari. Puka, usah kerajinan tangan milik Dessy, hadir sebagai wadah inklusif yang memberikan lapangan pekerjaan bagi teman-teman disabilitas. Mulai dari down syndrome, cerebral palsy, tuli, hingga tunagrahita—untuk menghasilkan produk yang dapat dinikmati masyarakat luas.
Tantangan Menyeimbangkan Misi Sosial dan Finansial Bisnis
Menjalankan bisnis berbasis inklusi tentu memiliki tantangan tersendiri. Dessy harus memutar otak untuk menyelaraskan antara misi sosial dan keberlanjutan finansial. Butuh waktu tiga tahun bagi Puka untuk menemukan sistem operasional yang ideal.
Salah satu strateginya adalah menempatkan teman tuli di bagian quality control karena keunggulan visual mereka yang sangat detail, serta melakukan diversifikasi usaha ke bidang jasa seperti workshop crafting dengan teman disabilitas sebagai tutornya.
Baca juga : Tips Sukses Didik Anak di Boarding School
Rahasia Membangun Lingkungan Kerja Inklusi yang Minim Turnover
Rahasia keharmonisan tim Puka terletak pada tiga hal: pembuatan SOP yang jelas, kenyamanan ruang kerja, dan kedekatan emosional melalui kegiatan bersama (mingle dan outing). Dessy tidak memposisikan dirinya sebagai “bos”, melainkan rekan kerja yang setara. Pendekatan humanis ini terbukti berhasil menekan angka perputaran (turnover) karyawan.
Disabilitas bukanlah keterbatasan, melainkan keberagaman cara berfungsi. Tugas kita sebagai masyarakat reguler adalah membukakan pintu kesempatan bagi mereka. Jikapun belum bisa terlibat langsung, kita bisa memulainya dengan mengapresiasi dan membeli produk hasil karya hebat mereka.
Baca juga : Berjuang Mendampingi Buah Hati, Disleksia Istimewa
Lantas apa saja pengalaman Dessy selama 10 tahun menggeluti bisnis ini? Bagaimana cara Dessy berkomunikasi dengan para crafter istimewa ini? Simak kisah inspiratif Dessy dalam tayangan This Is Me Podcast Disabilitas Bukan Pembatas, Cerita Perempuan Sang Pembuka Jalan berikut ini.