Banyak orang tua merasa hancur ketika rencana yang mereka susun untuk sang buah hati seolah patah di tengah jalan. Sebenarnya, apakah kekurangan fisik adalah sebuah akhir, atau justru awal dari tumbuhnya kekuatan yang luar biasa? Bagaimana cara seorang ibu berdamai dengan rasa takut dan tetap berdiri tegak demi masa depan anaknya? Simak perbincangan menyentuh hati tentang penerimaan, rida, dan keberanian dalam seri “Tentang Ikhlas yang Bertumbuh” bersama Tara dan si kecil Alan di rangkaian program This Is Me berikut ini.

Hai Teman Baik Ipedia!
Bagi seorang calon ibu, setiap kunjungan USG adalah momen penuh harapan. Namun bagi Tara, trimester kedua kehamilannya membawa sebuah “kejutan” yang sempat membuat dunianya seolah membeku. Dokter menyampaikan bahwa janin yang dikandungnya tidak tumbuh sempurna.
Perasaan freeze, sesak, dan rentetan pertanyaan “Apa yang salah dengan aku?” sempat menghantui malam-malam Tara. Ada masa di mana ia hanya bisa memendam tangis sendirian, mencoba mencari jawaban di tengah kesunyian. Namun, di situlah perjalanan ikhlas yang sesungguhnya dimulai.
Baca juga : Menikah tapi Takut Kehilangan Mimpi? Belajar Rida dari Kisah Venti Dini Rahmatika
Melawan Penyangkalan dan Ketakutan
Proses menerima Alan bukanlah sebuah jalan tol yang lurus. Tara melewati fase denial dan ketakutan setiap kali harus kembali ke meja dokter. Namun, dukungan dari keluarga, terutama sang ibu dan mertua yang terus menguatkan dengan doa, perlahan mengikis rasa cemasnya. Tara mulai menyadari bahwa “hanya tangan” tidak seharusnya merampas seluruh kebahagiaan mereka.
Allah itu sudah memberikan satu paket.
Kalau ada kekurangan, pasti diberikan jalan lain yang luar biasa
Baca juga : Sahabat Baik, Wadah Bagi Para Alumni Kelas Ipedia
Lalu bagaimana cara Tara menghadapi kondisi Alan? Bagaimana ia mengajak Alan beradaptasi dengan dunianya? Simak kisah inspiratif bersama Taranti Meyrini dalam tayangan This Is Me (Special Ramadan) berikut ini.